perekonomian
December 14th, 2009 by samsulmajdi89
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Copperplate Gothic Bold”; mso-font-alt:Arial; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:”Script MT Bold”; mso-font-alt:”Courier New”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 3.0in right 6.0in; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 2.0in 2.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}
KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN ENDONESIA
Pertanian adalah kegiata dalam perekonomian yang paling tua usianya di dunia,ini bisa kita lithat dengan menapak tilas lagi proses perjalanan manusia didunia dalam menjalankan kegiatan perekonomian nya, pada dasarnya pertanian menjadi amat fundamental bagi perekonomian karena pertanian mampu menopang / memenuhi kebutuhan pokok mansia, yang dimana karena kebutuhan manusialah dalam sejarahnya manusia pernah mengalami fase yang dimana hidup selalu berpindah-pindah (nomaden), dan dengan kemajuan pertanian pula yang menyebabkan manusia berubah dari cara hidup yang berpindah-pindah (nomaden) menjadi hidup yang menetap karena kemajun sector pertania tadi telah mampu untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi manusia,tanpa berpindah pindah lagi untuk memenuhi kebutuhannya ,artinya dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pertanian adalah suatu kegiatan perekonomian dengan mengolah tanah (usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengolah tanah ) entah itu secara subsisten atau,secara usaha pertanian.
Di Negara maju,sector pertanian sudah ber bentuk usaha tani dengan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan serta peman paatan lahan dan segala sumberdaya yang ada (inten sifikasi lahan dan modal) dan dari sudut sistim tanam nya pun sudah tidak lagi ditentukan oleh musim yang artinya usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian itu sudah jelas. perencanaan pembangunan pertanian nya pun ter integrasi atar tiap tahapan dalam pertanian itu (produksi-distribusi-pemasaran)
Pembangunan sector pertanian di Negara maju pada awalya mengalami kemun duran pada masa klasik yang dimana seorang ahli (ekonom) R malthus, beranggapan bahwa manusi terancam kelaparan karena pertumbuhan penduduk itu berbanding deret ukur sedangkan pertumbuhan produksu,khususnya pertanian itu berbanding deret hitung, yang di klaim karena kenyataan menerang kan bahwa luas lahan pertanian pada dasarnya setiap saat mengalami penurunan sedangkan jumlah manusia itu sendiri selalu bertambah jumlahnya ,sehingga R.malthus menganjurkan pemerintah untuk menerapkan KB (program keluarga berencana),
Sehingga fungsi produksi pertanian pada masa itu bisa di formulasikan:
Q=F(k,L1,L2) Dimana;
Q=produksi total L1=tenaga kerja
K=capital L2=lahan
Namun dalam perkembangan yang selanjutnya,yaitu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat meningtatkan, paling tidak menyeimbangkan perkembangan jumlah penduduk dengan peningkatan jumlah pemenuhan kebutuhannya yang secara lansung menggugurkan teori dari R.Malthus tadi .
Jadi pendapat maltus yang tidak percaya kepada kemajuan teknologi itu terpatahkan dengan kenyataan yang wujud dilapangan jadi dengan kemajuan teknologi manusia mempunyai kemungkinan untuk meningkatkan produktivitas lahan yang luasnya semakin menyempit setelah itu jadi formulasi dari fungsi produksinya pun ikut berubah
Q=f(K,L1,L2,T)
Dimana:
Q=total produksi
K=capital
L1=tenaga kerja
L2=luas lahan
T=teknologi
Yang artinya nilai total dari produksi pertanian itu amat ditentukan s
| ||||||||||||||||||||||||||||||||